Tuesday, 3 April 2012

Mawarku


MAWAR...



Dulu,
Mawarku dijaga rapi,
Dipelihara sebaiknya dalam taman larangan,
Agar ia tak di sentuh oleh kumbang2 perosak.


Dulu,
Mawarku segar sentiasa,
Menyejukkan mata yang melihat,
Walau hanya diluar taman larangan.


Dulu,
Mawarku cantik dipandang,
Harum wanginya memikat taman hati,
Tajam durinya,
Sehingga tak ada yang berani mendekati.


Tapi kini,
Adakah mawarku mulai layu?
Mengapa harumnya tidak seperti dulu?
Mungkin kah durinya sudah tumpul?


Mawarku sayang,
Jangan biarkan dirimu layu,
Jangan biarkan harumanmu mulai luntur,
Jangan biarkan durimu terus tumpul.


Mawarku,
Diri ini akan tekun memeliharamu,
Akan sabar menjagamu,
Akan setia melindungimu di taman larangan,
Dengan izin-NYA yang Maha Esa.


Mawarku,
Segarlah kembali,
Ku rindu harumanmu di pagi hari,
Ku ingin melihat tajamnya durimu seperti dulu,
Ku mahu mawarku terjaga kembali di taman larangan.

Hanya bila tiba saatnya,
Baru ia kan dipetik,
Oleh tangan yang tercipta untuknya.


No comments: